Belajar Sabar


Seorang anak muda mengunjungi seorang ahli permata dan menyatakan maksudnya untuk berguru, ahli permata itu menolak pada mulanya karena dia khawatir anak muda itu tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar.

Anak muda itu memohon dan memohon, sehingga akhirnya ahli permata itu menyetujui permintaanya.
"Datanglah ke sini besok pagi...!!!", kata ahli permata.

Keesokan harinya ahli permata itu meletakkan sebuah batu berlian di atas tangan anak muda itu dan memerintahkan untuk menggenggamnya.

Ahli permata itu meneruskan pekerjaannya dan meninggalkan anak muda itu sampai sore.

Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh Anak Muda itu untuk menggenggam batu yang sama dan tidak mengatakan apapun sampai sore harinya, demikian juga pada hari ketiga, keempat dan kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan bertanya kepada gurunya, 
"Guru, kapa saya akan diajarkan sesuatu???" gurunya berhenti sejenak dan menjawab, 
"Anak muda, akan tiba saatnya nanti". dan ia kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu merasa frustasi, ahli permata itu kemudian memanggilnya dan meletakkan sebuah batu di tangan pemuda itu.

anak muda frustasi itu sebenarnya sudah hendak menumpahkan semua kekesalannya. tetapi, ketika batu itu diletakkan di atas tangannya, anak muda itu langsung berkata, "ini bukan batu yang sama guru...!!!".

"ya, itulah jawabannya anak muda, kau telah belajar sabar selama 5 hari untuk menggenggam batu yang sama" 

"Hidup mengajari kita secara diam-diam, semakin kesal kita pada hidup semakin jauh kita darinya. tiada yang lebih baik yang kita lakukan pada hidup ini selain kita belajar dengan sabar untuk menerima apa adanya."

- Resonansi Jiwa -
by. Classy FM
Tayang di Youtube setiap hari jam 05.00 WIB, subscribe Channel Kara Nada agar tidak ketinggalan.

close