Puisi - Kumpulan puisi terbaru


Terlambat datang
Karya : Dandy Juwagi

Jika kami bersama mampukah kami tetap bersama?
Memang kami terlambat datang.
Bukankah kalian yang kan merasakan?
Kami hanya sebagai pencagak yang gagal
Bukan gagal karena kesalahan
Tapi kami gagal membangun nama ini.

Gedung lama di lapisi anak-anak yang bernyanyi.
Di situ kami terlambat datang.
Bukan salah kami.
Tapi sudah ketentuan.
Kami juga tak pernah sedih,
Karena pahlawan kami terus berjuang demi kami.


Ini bukan soal trendsetter ,
Tapi bagaimana membangun bersama
Dan tetap mempertahankan,
Nama tempat ini
Untuk adik-adik tercinta kami.





Zaman mu Seperti apa?
Karya: Dandy Juwagi

Perubahan yang sangat cepat.
Semua berevolusi sesuai keadaan.
Arus laju kekacauan semakin nyata.
Pikiran kecil yang menembus ke depan.
Dewasa yang praktis.
Serba cepat, Serba dekat.
Namun tak pernah kita pikirkan ,
Komunikasi perasaan bicara berkurang
Perlahan.

Dan kini hanya masa lalu yang tinggal tersisa,
Cara bermain bersama,
Cara tertawa bersama,
Dan hanya dalam buaian mimpi belaka
Yang takkan mampu terulang lagi
Untuk anak cucu kita.

Rumahku
Oleh : Dandy Juwagi

Lama tak melihatmu
Membuatku rindu
Setitik cerita terasa cepat
Hanya kenangan yang bisa terlihat
Dulu...
Mataku selalu tersorot padamu
Dikala aku terbangun hingga aku terpejam

Bisa menatap mu , hal indah bagiku
Perjalanan ini membuatku lelah menanti
Hanya untukmu
Aku kembali...





GUNUNG
Oleh : Dandy Juwagi

Sungguh indah Maha Karya-Nya
Terbentang luas, menjulang langit
Hijau mozaik menyelimuti keseluruhan seperti primadona
Fajar dan petang indah tertatap

Sedih,
Jika terkotori ke asriannya
Menangis,
Jika banyak perburuan di tanahnya
Semuanya di tangan manusia

Nanti,
Kita akan melihat dia berterbangan
Seperti kapas yang berhamburan di angkasa




Epilogi Dunia
Karya: Dandy Juwagi

Sebuah akhir cerita
Kesedihan, kekacauan , dan kebencian
Hadirkan perusak bangsa.

Negeri yang tak berteman.
Tangisan tiada tertahan.
Semua ini Epilogi Dunia.
Yang kini akan datang kepada kita semua.
Persiapkan mental yang kuat.
Tingkatkan pikiranmu.
Perjuangkan mimpi kecilmu.
Karena gerbang kehancuran akan segera di mulai.





Sang Maha Karya
By: Dandy Juwagi

Dia lah Sang Maha Karya
Menciptakan banyak manfaat
Tersebar penuh khitmat
Seperti
Cakrawala melintasi dunia
Sudah ada tersedia
Ingin Dia
Menjadikan satu gelombang
Yang membuat kita berusaha
Meraihnya
Mendapatkannya,
Dengan harapan
Aku ingin mensyukurinya




Jalanan hidup
Oleh : Dandy Juwagi

Di rel kereta yang tak ada habisnya
Di taman yang daun-daunnya berguguran
Seperti bintang di langit.
Mereka tak henti bergerak
Jatuh bangun sampai anak panah melesat di hati
Mereka tetap bertahan
Satu yang di tuju namun beribu jalan yang di pilih
Tak pernah puas menggelora di dalam tubuh.
Percuma...
Karena ini hanyalah sementara.







Tikus rakus
Oleh : Dandy Juwagi

Dering taringnya menggerogoti semua
Berdasi panjang berkemeja bagus.
Duduk melenggang diatas tahta
Tak pernah melihat ke bawah
Perut kembung , tidur pulas
Pikirlah !
Rakyat jelata tersiksa karenanya
Deretan tangisan menunggunya sadar.
Tapi apa....
Mereka pikir hanya untuk sendiri saja
Menanti sesaat hanya untuk sekejap
Dan akhirnya.....


Mimpi pancasila hanyalah angan-angan.
close